Dalam kediamanku, kadangkala aku sering memikirkan sesuatu,
memikirkan apapun yang ingin aku pikirkan. Entah itu suatu kebodohan,
kesenangan atau imajinasi yang tidak berguna. Aku sering melakukan apapun yang
aku sukai. Salah satunya adalah berpikir, dan aku tidak bisa menghentikan itu.
Kehidupan ini terus berputar dan dunia juga sudah pasti
selalu berubah. Begitupun dengan apa yang aku pikirkan. Sering terlintas di
benakku mengenai tujuan dan makna hidup.
Aku hidup tapi
kadangkala aku tidak merasa benar-benar hidup. Saat kesepian datang dan
sendirian sepertinya kematian itu tidak ada bedanya. Saat frustasi tiba karena
harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Saat hasrat yang hanya bisa di pendam di
hati. semuanya terasa sakit yang membuat sebuah luka dilema. Hening, dalam
kerapuhan dan kebimbangannya. Kosong dan menyedehkan. So pathetic. Bahkan
tertawa seperti sebuah kepalsuan yang di paksakan. Tidak ada yang berbeda.
Sama-sama hampa.
Ada yang menjadi harapan dan ada yang ingin di capai. Tentu
saja bukan sembarang ekspetasi lebih dari itu, mungkin sebuah bukti dari
idealisme. Yang berkenaaan mengenai pemikiran dan pemaknaan terhadap hidup. Setiap
orang mungkin punya prioritas dan dedikasi terhadap sesuatu. Sebenarnya banyak
opsi yang muncul tapi tidak ada satupun yang bisa aku mengerti. Semua terlalu
complicated. Bagi orang kapitalis
mungkin kekuasaan adalah makna kehidupan. bagi orang agamis mungkin Tuhan
adalah dasar kehidupan. bagi orang sosialis mungkin entah apa. Dan bagiku, aku sudah menemukannya, tapi aku
belum seratus persen percaya.
Aku berpikir tujuan hidup ini adalah kesuksesan. Dimana kita
harus mengejar apapun yang kita inginkan dengan segenap jiwa raga kita. Apapun
yang terjadi kita tidak boleh menyerah. Karena kalau kita menyerah artinya kita
kalah. Kita harus menjadi seorang pemimpi kehidupan. karena hidup ini di awali
oleh impian dan di akhiri oleh kenyataan. Artinya kita menciptakan angan-angan
bukan hanya sekadar retorika melainkan action dan effort untuk mencapai angan
itu. hidup adalah idealisme. Apa yang kita lakukan adalah perjuangan terhadap
ide yang kita anut. Aku pernah membuat pernyataan seperti “ An idealist for
idealism be able entire manner for idealization.” Aku ingin membuat hidupku
bahagia oleh karena itu aku ingin mencapai cita-citaku. Karena dalam
pandanganku cita-cita adalah wujud dari bahagia itu sendiri. Namun pada
realitasnya aku baru bisa merangkai kata demi kata dalam sebuah kalimat. Secara
nyata, aku tidak sehebat planing yang aku inginkan. Bahkan aku sering sekali frustasi
tingkat tinggi. Mengapa aku begitu
bodoh? Begitulah kira-kira cacian terhadap diri sendiri.
Aku berusaha mencari problem dari frustasiku ini. Mulai dari
nonton acara motivasi sampai searching di google tentang managemen diri. Bukan
hanya satu atau dua kali. Bahkan di setiap waktu kalau aku sempat. Aku ingin
menemukan jawaban kenapa aku frustasi padahal aku telah menemukan makna
hidupku.
Ada sebuh kalimat yang menyadarkanku dari seorang motivator.
Yang kira-kira inti pernyataannya seperti ini “ Orang yang impiannya tinggi
tapi usahanya rendah dia akan selalu frustasi karena menyadari betapa jauhnya
antara harapan dan kenyataan.” Sebuah testimonial yang begitu membuat
terhenyak. Aku tahu aku punya banyak hal yang ingin aku capai. Tapi di lain
sisi usahaku tidak sebanding dengan apa yang aku mau. Jadi yang harus aku
lakukan adalah kedinamisan. Dimana aku harus bersungguh-sungguh dalam berusaha.
Karena retorika tanpa aksi itu kebohongan. Bertindak, bertindak, bertindak, aku
harus bertindak. Dengan ini aku tidak perlu terlalu galau lagi, aku hanya perlu
bertindak lebih banyak! Begitu khan?!
Di lain waktu selain copas dari internet aku juga
menganalisis mengenai isi dari artikel kehidupan yang aku dapat. Pada intinya mereka selalu
mengatakan hal yang sama. Tujuan dan makna hidup ini hanyalah satu yakni
“berbuat baik.” Karena kita akan merasa bahagia saat kita memberi atau menerima
kebaikan dari orang lain.
Oh iya?! Tapi kalau di pikir-pikir benar juga sih. Untuk apa
kita bisa meraih impian dalam hidup kita jika tidak bisa memberikan kebaikan
untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang beguna bagi
sesamanya. Setiap kebaikan pasti akan melahirkan kebaikan juga. Dan kita tidak aan pernah dirugikan sepeserpun
ketika berbuat baik.
Sekarang aku tidak ingin berpikir lagi. Meskipun aku tidak pernah lelah dalam
berpikir tapi sepertinya sekarang aku sudah tau sesuatu. Yeah, aku ingin
menjadi orang yang baik saja. Menjadi orang yang baik adalah tujuan hidupku.
Tidak peduli apa pendapat orang lain mengenai aku. Tapi yang jelas di kedalaman hatiku aku ingin menjadi orang
yang baik. Aku akan berjuang memperbaiki nilai hidupku dari waktu ke waktu.
Hingga sampai aku mati nanti, orang lain akan mengenaiku sebagai orang yang
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar