Rabu, 15 Mei 2013

Dalam diam aku sering mencari makna dan tujuan hidupku.


Dalam kediamanku, kadangkala aku sering memikirkan sesuatu, memikirkan apapun yang ingin aku pikirkan. Entah itu suatu kebodohan, kesenangan atau imajinasi yang tidak berguna. Aku sering melakukan apapun yang aku sukai. Salah satunya adalah berpikir, dan aku tidak bisa menghentikan itu.
Kehidupan ini terus berputar dan dunia juga sudah pasti selalu berubah. Begitupun dengan apa yang aku pikirkan. Sering terlintas di benakku mengenai tujuan dan makna hidup.
 Aku hidup tapi kadangkala aku tidak merasa benar-benar hidup. Saat kesepian datang dan sendirian sepertinya kematian itu tidak ada bedanya. Saat frustasi tiba karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Saat hasrat yang hanya bisa di pendam di hati. semuanya terasa sakit yang membuat sebuah luka dilema. Hening, dalam kerapuhan dan kebimbangannya. Kosong dan menyedehkan. So pathetic. Bahkan tertawa seperti sebuah kepalsuan yang di paksakan. Tidak ada yang berbeda. Sama-sama hampa.
Ada yang menjadi harapan dan ada yang ingin di capai. Tentu saja bukan sembarang ekspetasi lebih dari itu, mungkin sebuah bukti dari idealisme. Yang berkenaaan mengenai pemikiran dan pemaknaan terhadap hidup. Setiap orang mungkin punya prioritas dan dedikasi terhadap sesuatu. Sebenarnya banyak opsi yang muncul tapi tidak ada satupun yang bisa aku mengerti. Semua terlalu complicated.  Bagi orang kapitalis mungkin kekuasaan adalah makna kehidupan. bagi orang agamis mungkin Tuhan adalah dasar kehidupan. bagi orang sosialis mungkin entah apa.  Dan bagiku, aku sudah menemukannya, tapi aku belum seratus persen percaya.
Aku berpikir tujuan hidup ini adalah kesuksesan. Dimana kita harus mengejar apapun yang kita inginkan dengan segenap jiwa raga kita. Apapun yang terjadi kita tidak boleh menyerah. Karena kalau kita menyerah artinya kita kalah. Kita harus menjadi seorang pemimpi kehidupan. karena hidup ini di awali oleh impian dan di akhiri oleh kenyataan. Artinya kita menciptakan angan-angan bukan hanya sekadar retorika melainkan action dan effort untuk mencapai angan itu. hidup adalah idealisme. Apa yang kita lakukan adalah perjuangan terhadap ide yang kita anut. Aku pernah membuat pernyataan seperti “ An idealist for idealism be able entire manner for idealization.” Aku ingin membuat hidupku bahagia oleh karena itu aku ingin mencapai cita-citaku. Karena dalam pandanganku cita-cita adalah wujud dari bahagia itu sendiri. Namun pada realitasnya aku baru bisa merangkai kata demi kata dalam sebuah kalimat. Secara nyata, aku tidak sehebat planing yang aku inginkan. Bahkan aku sering sekali frustasi tingkat tinggi.  Mengapa aku begitu bodoh? Begitulah kira-kira cacian terhadap diri sendiri.
Aku berusaha mencari problem dari frustasiku ini. Mulai dari nonton acara motivasi sampai searching di google tentang managemen diri. Bukan hanya satu atau dua kali. Bahkan di setiap waktu kalau aku sempat. Aku ingin menemukan jawaban kenapa aku frustasi padahal aku telah menemukan makna hidupku.
Ada sebuh kalimat yang menyadarkanku dari seorang motivator. Yang kira-kira inti pernyataannya seperti ini “ Orang yang impiannya tinggi tapi usahanya rendah dia akan selalu frustasi karena menyadari betapa jauhnya antara harapan dan kenyataan.” Sebuah testimonial yang begitu membuat terhenyak. Aku tahu aku punya banyak hal yang ingin aku capai. Tapi di lain sisi usahaku tidak sebanding dengan apa yang aku mau. Jadi yang harus aku lakukan adalah kedinamisan. Dimana aku harus bersungguh-sungguh dalam berusaha. Karena retorika tanpa aksi itu kebohongan. Bertindak, bertindak, bertindak, aku harus bertindak. Dengan ini aku tidak perlu terlalu galau lagi, aku hanya perlu bertindak lebih banyak! Begitu khan?!
Di lain waktu selain copas dari internet aku juga menganalisis mengenai isi dari artikel kehidupan yang  aku dapat. Pada intinya mereka selalu mengatakan hal yang sama. Tujuan dan makna hidup ini hanyalah satu yakni “berbuat baik.” Karena kita akan merasa bahagia saat kita memberi atau menerima kebaikan dari orang lain.
Oh iya?! Tapi kalau di pikir-pikir benar juga sih. Untuk apa kita bisa meraih impian dalam hidup kita jika tidak bisa memberikan kebaikan untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang beguna bagi sesamanya. Setiap kebaikan pasti akan melahirkan kebaikan juga.  Dan kita tidak aan pernah dirugikan sepeserpun ketika berbuat baik.
Sekarang aku tidak ingin berpikir lagi.  Meskipun aku tidak pernah lelah dalam berpikir tapi sepertinya sekarang aku sudah tau sesuatu. Yeah, aku ingin menjadi orang yang baik saja. Menjadi orang yang baik adalah tujuan hidupku. Tidak peduli apa pendapat orang lain mengenai aku. Tapi yang jelas  di kedalaman hatiku aku ingin menjadi orang yang baik. Aku akan berjuang memperbaiki nilai hidupku dari waktu ke waktu. Hingga sampai aku mati nanti, orang lain akan mengenaiku sebagai orang yang baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar