Kamis, 14 November 2013

Dekontruksi perasaan

Selama ini ada banyak hal yang telah terjadi di dalam kehidupan aku. dan ada banyak gelisah yang sangat sulit untuk di jelaskan. Aku merasa ada sedikit yang salah dalam pola aspek berkehidupan aku saat ini. mungkin aku sedang jauh dari Allah. Atau mungkin aku sedang jauh dari orang tua? entahlah.
Setelah berpikir, dan terdiam dalam keheningan yang cukup panjang. Akhirnya aku memutuskan untuk mendeskontruksi ulang mengenai prinsip atau pegangan yang menjadi landasan hidupku untuk berbuat.
1. Tuhan aku cuman satu ALLAH SWT, sampai aku mati atau kiamatpun. Tuhan hanya satu dan selamanya akan tetap satu. Tidak akan pernah berpaling walau apapun yang terjadi. Shalat harus lima waktu dan baca quran setiap hari (Inshaallah). Dan berdoa setiap saat.
2. Aku mencintai diriku sendiri dengan segala kebaikan maupun kekurangannya. Aku mampu untuk mengekspresikan segalanya yang ada dalam pikiran dan perasaan. Keberanian adalah motto hidup nomor satu. Dengan keberanian apapun akan di dapatkan. Aamiin
3. menyayangi kedua orang tua. Apapun yang aku lakukan harus di barengi dengan rasa tanggung jawab terhadap orang tua. Jangan sampai membuat orang tua sedih atau kecewa. Ketika mau berbuat coba tanya hati. ortu ikhlas ga ya kalau aku melakukan ini? kalau kira-kira ortu ikhlas lakukanlah. Tapi kalau tidak jangan ragu untuk meninggalkannya.
4. diwaktu senggang aku harus banyak baca (bukan banyak online). Ingat penopang akal itu baca. Nabung buat beli buku. Dan setelah dibeli jangan lupa dibaca.
5. ketika hati gelisah berarti telah terjadi sebuah kesalahan dari 4 hal yang di atas. Maka yang harus di lakukan adalah membaca istigfar sebanyak-banyaknya. Perbaiki shalatnya, penghargaan terhadap dirinya, tanggung jawab terhadap ortunya, dan kualitas membacanya. Inshaallah semua pasti akan baik-baik saja.
Oke semangat !!!

Everything will be ok, wi !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar