Catatan 25 November 2013
Sebuah masa tidakakan pernah ada tanpa sebuah
sejarah. Antara masa lalu dan masa kini terdapat ketersambungan yang nyata. Dan
tak dapat dipisahkan. Ketika aku terdiam dan merenung. Aku tahu hidupku
hanyalah persinggahan. Apa yang pernah terjadi hanya sesuatu yang bukan
apa-apa. Meski saat ini aku berdiri. Tapi aku fana juga. Aku hanya manusia yang
terjebak dalam raga seorang makhluk. Andai bisa aku memilih , aku hanya ingin
ada sebagai jiwa. Aku bebas melakukan dan mengekspresikan seluruh hasrat yang
kupunya tanpa tanpa sebuah hambatan.
Tapi aku tak bisa memilih. Apa yang menjadi
takdirku kini adalah bukan sebuah pilihan.
Apa gunanya juga aku mengeluh. Toh tidak akan membawa realitas kepada
ekpektasi. Terkadang aku sering memikirkan berbagai fenomena yang ada di alam
dunia. Kadang aku suka bingung, kadang
aku suka terhenyak. Bahkan kadang aku suka marah. Karena apa yang kulihat tidak
sebanding dengan ideaku. Aku sering resah berbalut kecewa yang membelenggu memenuhi
dada. Seluruh amarah yang terpendam dan menumpuk menjadi batu kegelisahan.
Terhempas oleh rasa sakitnya. Terselip diantara kepalsuan indrawi, sebenarnya
aku telah kalut dan ingin frustasi. Kadang aku merasa sudah gila dengan apa
yang aku pikirkan.. yang aku pikirkan dan hanya diriku sendiri yang mengerti
apa makna yang aku pikirkan itu.
Ya, maknaku adalah makna yang berketidakjelasan.
Dan sedikit memuakkan jika dianalisis.
Aku tidak tahu.
Aku masih belum mengerti apa itu hakikat manusia.
apa itu penemuan jati diri. Apa itu hidup yang berguna. Aku telah membaca
literature tapi hal itu tidak pernah membuatku merasa puas.
Apa yang aku cari, apa yang aku pikirkan. Semua
tak dapat terjawab oleh literature itu. karena semuanya adalah perspective dan
sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Bukan sesuatu yang absolute dan
objective. Sehingga aku terjnak dalam timbangan-timbangan keterbatasanku
sendiri.
Ah tentang hal ini, aku mau berhenti untuk
bertanya lagi. karena aku merasa aku takkan menemukannya.
Hanya satu dalam kesatuannya yang tidak pernah aku
lupa. Lagi, lagi, lagi, aku fana. Aku tidak akan pernah menemukan kabadianku.
Karena rancangan kehidupan sudah menempatkanku dalam situasi dan kondisi yang
sudah begini.
Mungkin lain kali, aku harus pasrah saja,,
Menikmati semua seperti air yang mengalir. Tak
usah ada yang mmbebani hati. mencuatkan emosi atau mengotori perasaan. Karena kedinginan
dan lajur asa telah terbentuk sesuai gelombang yang ada. Meski aku harus tidak
mengerti lagi.
Entahlah.
Entah kenapa aku serimg tidak mengerti
Mungkin karena aku bodoh, miskin intektual,tidak
punya ketajaman intusi yang tinggi atau apa. Tapi biarkan yang terpendam ini
tetap rapat pada keterasingannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar