Rabu, 01 Januari 2014

Yang Sering terbesit Akhir-Akhir Ini


Cicalengka, 08 Desember 2013

Setiap orang punya prinsip. Setiap orang punya batasannya sendiri. Setiap orang punya hal fundamental yang ia jaga sendiri. Orang yang keren adalah orang yang mampu manjaga konsistensinya. Tapi disini aku memiliki banyak cobaan. Dimana hasrat dan keinginan lebih dominan ketimbang logika dan idealisme. Walaubagaimanapun sebenarnya aku tidak ingin munafik. Aku harus menjaga apa yang aku yakini dan aku implementasikan selama ini. tak seharusnya ada yang menjadikanku dilema oleh rasa yang semu.
Sesungguhnya aku tak merasakan apapun. Karena rasa itu telah mati sejak terakhir kali aku patah hati. aku hanya berasusmsi untuk sesuatu yang tidak pasti. Untuk sesuatu yang sebenarnya aku tidak ingin. Aku tahu aku tak boleh mengotori sesuatu yang ada dengan perbuatan yang tidak berguna.
Sudah bertahun-tahun lamanya aku memandang  hal ini sebagai sesuatu yang benar. sejak aku mulai hidup, berpikir dan  memutuskan untuk berargumen. Sungguh aku tidak pernah meragu lalu berpikir ulang. Aku selalu yakin dengan apa yang aku pilih.  Karena yang bermain adalah pandangan hidup (world view). tapi sekarang semuanya sudah berbeda. Aku tumbuh dan berkembang dengan jalan yang berbeda. Jalanku yang sekarang dengan yang dulu tidak pernah sama lagi.  sempat berpikir untuk beralih dan berganti. Tapi aku tak senaif itu. aku tak akan tolol karena asas kehidupan yang berbeda. Seadanya apapun aku. sebagaimanapun keadaan memaksaku. Ketika berbicara prinsip hidup yang aku anut (mungkin) sampai saat ini aku belum pasti mau menggantinya.  Karena yang membuat seseorang berdiri selain visi adalah prinsip. Ketika aku meninggalkan prinsipku, maka tujuan hidupku akan memudar dan menghilang.  Terkoyak dan sia-sia.  membangun itu sulit tapi merusak itu mudah. Tak akan kubiarkan berbagai mancam kontradiksi tentang kehidupan menghancurkan pikiranku.

Ini sedikit memuakkan, tapi kenapa aku jadi tidak bisa berhenti memikirkan . . . nya !?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar