Rabu, 06 November 2013

SANGAT MELUKAI HATI

Catatan di handphone tanggal 18 September 2013

Aku nggak ngertilah. Sama kakak aku yang satu ini. Mentang2 dia itu dulunya aktifis dakwah. Jilbabnya lebar dan studinya tentang islam. Jadi apa yang aku lakukan itu selalu salah di mata dia.
Sejak dulu kala, sejak aku kecil dia selalu ngerempongin hidup aku. Apapun yang aku lakukan jika bertentangan dengan ideologinya dia seenaknya aja ngejudge aku salah. Dan paling menyebalkannya dia selalu lapor ke ibu aku kalau aku salah. Dia memprofokasi ibu aku untuk jadi kesal dan marah sama aku. Saat aku main malam-malam. Saat aku main sama temen-temen cowo aku. Saat aku nonton gossip atau sinetron pun aku di anggap salah. Dulu semasa dia hidup di rumah aku?! Hari-hari aku selalu di isi perdebatan dan kekesalan ! Kenapa sih dia harus kepo dengan apa kehidupan aku? Kenapasih dia harus merasa terbebani dengan apa yang aku lakukan? Aku juga nggak pernah peduli sama hidup dia. Setiap orang berhak bahagia. Aku juga, ini hidupku.
Masalahnya, dia selalu baik di mata ibu aku. Karena kata ibu aku dia shalehah. Oleh karena itu apa yang dia katakan itu pasti benar dan apa yang aku lakukan itu belum tentu benar.
Dia selalu seperti itu sampai akhirnya dia pindah ke pulau Kalimantan. Semenjak hari itu aku bebas !!! Aku mau main malam. Aku mau bergaul dengan siapapun. Aku mau pergi jam berapapun atau nginep tanpa bilang pun. Aku aman. Tapi coba kalau ada dia?! Hidup aku pasti susah.
Sampai tadi itu dia nelfon?! Dan begonya aku kenapa harus mengatakan sesuatu tentang kesibukan aku saat ini. Dia bilang aku salah lagi, dia bilang sama ibu aku lagi, aku kesel lagi, aku capek lagi.
Aku udah menikmati hidup aku. Aku udah mencintai apa yang ingin aku tuju. Aku memutuskan kesibukan yang akan aku lakukan. Aku sudah bahagia. Tapi pernyataanya membuatku ingin hancur.
Memang ya ! Ada banyak hal yang bisa mengubah pikiran manusia. Lingkungan itu berpengaruh ! Tapi sampai kapan kita akan hidup di zona aman kita? Kita perlu sesuatu yang baru ! Setiap orang punya prinsip. Aku juga punya prinsip ! Aku tahu mana yang benar dan yang salah ! Mungkin menurut dia. Dia yang paling benar ! Dan aku yang selalu salah ! Tapi jujur, aku jarang menangis sedih kalau alasannya bukan dia !
Untuk dia. Tolong jangan terlalu mengurusi hidupku. Pernyataan-pernyataan yang tadi itu sungguh melukai hati. Sangat melukai hati.
Tapi aku mencoba memahami. Dia orang agamis. Dan orang agamis mindsetnya cuma dua. Benar dan salah. Makannya aku nggak akan pernah mau jadi orang yang agamis.
Kalau aku salah, aku minta maaf. Mungkin aku sedang kesal saja. Walaubagaimanapun dia kakakku. Aku menyayanginya sebagaimana seorang adik menyayangi kakaknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar