Catatan di handphone tanggal 18 September 2013
Aku nggak ngertilah. Sama kakak aku yang satu ini.
Mentang2 dia itu dulunya aktifis dakwah. Jilbabnya lebar dan studinya tentang
islam. Jadi apa yang aku lakukan itu selalu salah di mata dia.
Sejak dulu kala, sejak aku kecil dia selalu ngerempongin hidup aku. Apapun
yang aku lakukan jika bertentangan dengan ideologinya dia seenaknya aja
ngejudge aku salah. Dan paling menyebalkannya dia selalu lapor ke ibu aku kalau
aku salah. Dia memprofokasi ibu aku untuk jadi kesal dan marah sama aku. Saat
aku main malam-malam. Saat aku main sama temen-temen cowo aku. Saat aku nonton
gossip atau sinetron pun aku di anggap salah. Dulu semasa dia hidup di rumah
aku?! Hari-hari aku selalu di isi perdebatan dan kekesalan ! Kenapa sih dia
harus kepo dengan apa kehidupan aku? Kenapasih dia harus merasa terbebani
dengan apa yang aku lakukan? Aku juga nggak pernah peduli sama hidup dia.
Setiap orang berhak bahagia. Aku juga, ini hidupku.
Masalahnya, dia selalu baik di mata ibu aku. Karena kata ibu aku dia
shalehah. Oleh karena itu apa yang dia katakan itu pasti benar dan apa yang aku
lakukan itu belum tentu benar.
Dia selalu seperti itu sampai akhirnya dia pindah ke pulau Kalimantan.
Semenjak hari itu aku bebas !!! Aku mau main malam. Aku mau bergaul dengan
siapapun. Aku mau pergi jam berapapun atau nginep tanpa bilang pun. Aku aman.
Tapi coba kalau ada dia?! Hidup aku pasti susah.
Sampai tadi itu dia nelfon?! Dan begonya aku kenapa harus mengatakan
sesuatu tentang kesibukan aku saat ini. Dia bilang aku salah lagi, dia bilang
sama ibu aku lagi, aku kesel lagi, aku capek lagi.
Aku udah menikmati hidup aku. Aku udah mencintai apa yang ingin aku tuju.
Aku memutuskan kesibukan yang akan aku lakukan. Aku sudah bahagia. Tapi
pernyataanya membuatku ingin hancur.
Memang ya ! Ada banyak hal yang bisa mengubah pikiran manusia. Lingkungan
itu berpengaruh ! Tapi sampai kapan kita akan hidup di zona aman kita? Kita
perlu sesuatu yang baru ! Setiap orang punya prinsip. Aku juga punya prinsip !
Aku tahu mana yang benar dan yang salah ! Mungkin menurut dia. Dia yang paling
benar ! Dan aku yang selalu salah ! Tapi jujur, aku jarang menangis sedih kalau
alasannya bukan dia !
Untuk dia. Tolong jangan terlalu mengurusi hidupku. Pernyataan-pernyataan
yang tadi itu sungguh melukai hati. Sangat melukai hati.
Tapi aku mencoba memahami. Dia orang agamis. Dan orang agamis mindsetnya
cuma dua. Benar dan salah. Makannya aku nggak akan pernah mau jadi orang yang
agamis.
Kalau aku salah, aku minta maaf. Mungkin aku sedang kesal saja. Walaubagaimanapun
dia kakakku. Aku menyayanginya sebagaimana seorang adik menyayangi kakaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar