Sabtu, 05 April 2014

Harus menjadi orang yang seperti apakah


Rasanya sangat memalukan. Ketika orang sudah berjuang tentang visi dan idealismenya tapi aku masih bertanya apa? Kenapa? Dan harus bagaimana. Jika orang sudah fokus maka aku mencaripun masih tak sanggup. Untuk menjadi seorang fanatis kurasa itu bukan jalanku. Nietzsche berkata bahwa fanatisme adalah penghancur kehidupan. dan pada realitasnya aku memang tidak bisa menjadi orang yang punya daya juang tingkat dedikasi saat ini. karena dedikasi adalah beban. Dan beban itu menyakitkan, sehingga harus di tinggalkan. Lagi pula aku bukan tipikal orang yang suka bergumul dan menikamati rasa sakit. aku hanya ingin bahagia. Dan bahagiaku yang seperti angin. Seorang yang mencoba hidup tanpa emosi dan aturan. Meminimalisir segala hal yang mengikat dan memaksa. Aku lakukan hal ini dengan cukup lama bahkan sangat lama. Separuh dalam penghidupan masa remajaku. Tapi nyatanya semangat liberal ini tak memberikan pencapaian yang signifikan. Aku kalut dalam kekecewaanku menghadapi kapasitas.
Sejujurnya, aku sudah begitu menikmati hidup. Aku bersikap wajar dan semuanya terasa aman tanpa ada yang begitu mendilema atau mengacaukan. Tapi sekali lagi inilah kehidupan. tidak ada manusia yang selamanya bahagia pun selamanya sedih. Dalam bahagia ada kebimbangan. Dan dalam kebimbangan ada kesedihan (aku sudah sering menuliskan ini dan kadang aku merasa bosan dngan sudut pandang pikiran dan literasiku sendiri, bodoh memang)
Yasudahlah. . .

Yang aku tahu aku kesepian sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar