Rasanya sangat memalukan. Ketika orang sudah berjuang tentang
visi dan idealismenya tapi aku masih bertanya apa? Kenapa? Dan harus bagaimana.
Jika orang sudah fokus maka aku mencaripun masih tak sanggup. Untuk menjadi
seorang fanatis kurasa itu bukan jalanku. Nietzsche berkata bahwa fanatisme
adalah penghancur kehidupan. dan pada realitasnya aku memang tidak bisa menjadi
orang yang punya daya juang tingkat dedikasi saat ini. karena dedikasi adalah
beban. Dan beban itu menyakitkan, sehingga harus di tinggalkan. Lagi pula aku
bukan tipikal orang yang suka bergumul dan menikamati rasa sakit. aku hanya
ingin bahagia. Dan bahagiaku yang seperti angin. Seorang yang mencoba hidup
tanpa emosi dan aturan. Meminimalisir segala hal yang mengikat dan memaksa. Aku
lakukan hal ini dengan cukup lama bahkan sangat lama. Separuh dalam penghidupan
masa remajaku. Tapi nyatanya semangat liberal ini tak memberikan pencapaian
yang signifikan. Aku kalut dalam kekecewaanku menghadapi kapasitas.
Sejujurnya, aku sudah begitu menikmati hidup. Aku bersikap wajar
dan semuanya terasa aman tanpa ada yang begitu mendilema atau mengacaukan. Tapi
sekali lagi inilah kehidupan. tidak ada manusia yang selamanya bahagia pun
selamanya sedih. Dalam bahagia ada kebimbangan. Dan dalam kebimbangan ada kesedihan
(aku sudah sering menuliskan ini dan kadang aku merasa bosan dngan sudut
pandang pikiran dan literasiku sendiri, bodoh memang)
Yasudahlah. . .
Yang aku tahu aku kesepian sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar