Pertengahan
Februari 2014
Menunggu, apa itu
menunggu? Kadang kutahu penantian adalah sebuah kesia-siaan. Kadang aku tidak
tahu apakah penantianku melahirkan esensi. Kadang aku berpikir apa yang aku
lakukan dalam penantianku adalah kesalahan. kadang terlalu banyak keraguan
untuk memutuskan, membuat aku terhanyut dalam ketidakpastian. Dan aku pikir aku
tak usah banyak menanti. Cukupkan aku untuk banyak beraksi karena manusia
kebanyakan dan memang selalu memandang aksi. Aksi ! :D
Malam ini, masih
seperti biasa. Aku merenung sendiri. Tanpa kawan tanpa kekasih. Sendirian
bersama hampa. Ku coba membaca buku, tapi bukuku lapuk, otakku tak mampu
mencerna kata karena gelisah. Ku coba melihat handphone, tapi handphoneku
kosong dari pesan. Ku coba nyalakan laptop, tapi tak ada yang menarik meski
jaringan internet ada disana. Ku coba nonton televisi tapi entah kenapa aku
muak. Kulihat beberapa orang dirumahku, tapi aku tak berselera untuk bicara.
Ada apa rupanya dengan diriku? Pada akhirnya aku tahu, aku sedang sangat
kesepian. Dan yang aku butuhkan sebuah perhatian.
Aku mencoba beralih,
ku temui banyak orang. Kuutarakan seluruh gelisahku. Dan mereka menghiburku,
mereka mengasihiku. Ku tahu tak seberapapun aku tak berarti di mata mereka aku
tetap di hargai. Aku bertanya kenapa? Mereka menjawab bahwa aku tidak usah
banyak bertanya. Semua adalah permainan realitas yang harus disenyumi. Mereka
berikanku semangat. dan semenjak hari itu aku tidak menaruh cemas lagi.
Yang aku rindukan,
yang aku impikan, yang aku harapkan, yang selalu aku bayangkan dan aku inginkan
di dalam hidup sebenarnya hanyalah satu.
Sosok.
Sosok yang tidak
pernah ku temukan dalam kenyataan dan selalu bermetamorfosis dalam khayalan.
Tapi cukupkah mengkhayal? Ternyata tidak, yang asli jauh segalanya.
Tidak apa-apa.
Tentang kegusaran
ini.
Manusia selalu di
uji dengan apa yang mereka inginkan dan mereka takuti. Manusia di uji dengan
rasa sakit dan bahagia. Pada akhirnya sama saja. Kesibukan memang selalu membuat lupa. Tapi
jenuh itu pasti ada. rasa ingin berbeda itu pasti ada. Setidaknya aku ingin
berterima kasih pada seseorang yang selalu melihat kebaikanku. Meski dia tahu
keburukanku. Tapi yang dia bilang selalu kebaikanku. Dia memuji kebaikanku, dia
menganggap aku sangat baik. meski bukan apa-apa tapi terima kasih. Ku rasa saat
ini, tak ada orang yang selalu tulus melihat kebaikanku, selain dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar