Kali ini aku telah
kehabisan cara untuk meyakinkan diriku sendiri. Orang bilang kepercayaan adalah
obat peragu. Namun bagiku keraguan itu lebih mulia ketimbang percaya. Kerasnya hati
yang konsisten lebih baik ketimbang kemunafikan yang dibudidayakan. Manusia boleh
berpenampilan, beretorika atau berliterasi dengan berbagai macam kehasratannya.
Namun intinya busuk juga. Sulit memang menerima kenyataan hidup bahwa semuanya
BUSUK dan MENJIJIKAN.
BUSUK!
Aku kehabisan kata-kata
untuk mendeskripsikan masalah emosi dan amarah yang menggelegak dalam
kontradiksi pikiranku. Jika ada hal yang harus aku benci itu adalah perasaanku.
Jika ada hal yang harus aku cintai itu adalah dirikusendiri. Jika ada yang
harus aku salahkan adalah masalah kepercayaan yang sempat aku punya. Jika ada
hal yang harus aku pegang teguh adalah keegoisanku sendiri. Untuk apa berubah? Jika
kita sudah puas dengan diri sendiri. Perubahan hanya untuk orang-orang
kebingungan dan gelisah. Aku sama sekali tidak gelisah! Aku bisa menjadi diriku
sendiri dan aku manusia bebas. Bebas menebarkan eksistensi dan menilai dunia
dengan caraku sendiri. Aku tidak percaya pada siapapun lagi, terkecuali pada
diriku sendiri.
Kita memang harus egois
untuk menjadi kita yang sepenuhnya. Ada yang salah dalam kerangka berpikirku akhir-akhir
ini. dan ini gara-gara kesalahan menempatkan perasaan. Ah seandainya aku tidak punya perasan -____-
Aku sedikit patah hati
malam ini. tapi aku tahu besokpun aku sudah lupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar