Seharusnya tidak pernah ada yang dimulai sehingga
tidak perlu ada yang diakhiri. Seharusnya tidak ada harapan sehingga tidak
perlu ada yang dipikirkan. Setiap orang mudah untuk meninggalkan segala hal.
hanya satu hal yang membuat seseorang kesulitan untuk melepaskannya ; yaitu
perasaan cintanya terhadap sesuatu.
sekeras apapun seseorang, seegois apapun seseorang,
pada akhirnya ia akan menyerahkan dirinya pada perasaannya. Idealnya logika
mampu mengelola perasaan, seharusnya logika mampu berjalan beriringan bersama
perasaan. namun pada realitasnya tidak semudah itu. Sepertinya memang tidak
pernah ada logika yang mampu mengalahkan perasaan. Yang selalu ada dan tersisa
hanyalah perasaan yang mengalahkan logika.
Apakah rasa memang segalanya? Perasaan memang
segalanya. apa yang kita lakukan dan kita ucapkan selalu berdasarkan rasa. Memang
akan terlalu capek ketika terus-menerus berurusan dengan perasaan. Kadang ingin
memilih untuk hidup tanpa perasaan saja. namun bisakah? Karena terlalu mengandalkan
perasaan terkadang membawa beban. Tidak segala hal yang dilakukan berdasarkan
perasaan itu benar. Kadang perasaan menjerumuskan. Ya, memang perasaaanlah yang
sering membuat manusia frustrasi, hampa dan menderita. karena perasaan juga
manusia sering melupakan pikiran rasionalnya sehingga melakukan apapun yang
disukainya meski itu buruk. Dan membawa penyesalan di masa yang akan datang.
Semuanya gara-gara perasaan. Hanya satu hal yang
membuat kita tetap bijaksana dan tidak diperbudak perasaan ; yaitu keimanan.
Hanya iman yang bisa mengatasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar