Senin, 13 Oktober 2014

SEHARUSNYA PERASAAN

Seharusnya tidak pernah ada yang dimulai sehingga tidak perlu ada yang diakhiri. Seharusnya tidak ada harapan sehingga tidak perlu ada yang dipikirkan. Setiap orang mudah untuk meninggalkan segala hal. hanya satu hal yang membuat seseorang kesulitan untuk melepaskannya ; yaitu perasaan cintanya terhadap sesuatu.
sekeras apapun seseorang, seegois apapun seseorang, pada akhirnya ia akan menyerahkan dirinya pada perasaannya. Idealnya logika mampu mengelola perasaan, seharusnya logika mampu berjalan beriringan bersama perasaan. namun pada realitasnya tidak semudah itu. Sepertinya memang tidak pernah ada logika yang mampu mengalahkan perasaan. Yang selalu ada dan tersisa hanyalah perasaan yang mengalahkan logika.
Apakah rasa memang segalanya? Perasaan memang segalanya. apa yang kita lakukan dan kita ucapkan selalu berdasarkan rasa. Memang akan terlalu capek ketika terus-menerus berurusan dengan perasaan. Kadang ingin memilih untuk hidup tanpa perasaan saja. namun bisakah? Karena terlalu mengandalkan perasaan terkadang membawa beban. Tidak segala hal yang dilakukan berdasarkan perasaan itu benar. Kadang perasaan menjerumuskan. Ya, memang perasaaanlah yang sering membuat manusia frustrasi, hampa dan menderita. karena perasaan juga manusia sering melupakan pikiran rasionalnya sehingga melakukan apapun yang disukainya meski itu buruk. Dan membawa penyesalan di masa yang akan datang.

Semuanya gara-gara perasaan. Hanya satu hal yang membuat kita tetap bijaksana dan tidak diperbudak perasaan ; yaitu keimanan. Hanya iman yang bisa mengatasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar