28 Oktober 2014
Ketika aku terbangun pagi
ini, entah kenapa aku merasa begitu lelah. Mengapa aku begitu lelah? Akupun
tidak bisa menjawabnya. Aku pernah melewati hari-hari yang jauh melelahkan
ketimbang ini. tapi sekarang, mengapa aku begitu merasa lelah? Sebenarnya siapa
yang lelah? Tubuhku atau perasaanku? Rasa lelah yang bahkan tidak membuatku
berminat sedikitpun untuk beranjak dari tempat tidur. Meski aku tahu aku sangat
haus, dan aku butuh minum sekarang.
Aku hanya mampu mematung terdiam
sambil menatap langit-langit kamarku, yang sejak duulu tidak pernah berubah
warnanya, putih. Kulirik sudut-sudut kamarku yang berantakan. selalu
berantakan, dan entah harus berapa kalipun aku membereskannya, akan selalu
tetap berantakan. buku-buku yang berserakan dan baju-baju yang berserakan juga
beberapa aksesoris. Aku menghela nafasku panjang, tapi aku masih lelah. bahkan sudah
hampir satu jam mematung untuk mengenali apa yang seharusnya aku lakukan, tapi
hanya satu kesimpulan. Aku lelah! Aku lelah, sangat lelah bahkan untuk
menyadari bahwa aku sudah terlalu lama diam dalam pikiranku.
Tentang minggu-minggu kebelakang. apakah
memang ini yang selama ini aku cari? Memang ini yang aku harapkan? Memang jalan
ini yang seharusnya aku pilih? Memang ini cara aku mengenali esensi hidupku?
Apakah harus seperti ini? apakah harus melewati ini? apakah ini tepat? Apakah
dalam hidup segala hal perlu dirasakan? Apakah aku telah kehilangan sesuatu
yang baik di dalam diriku? Apakah aku harus berubah sesegera mungkin? Apakah
aku harus melihat kebelakang dan kembali? Apakah keputusanku yang pada akhirnya
membawaku pada keterasingan yang lebih nyata? Lebih baik terasing dan menderita
atau bergumul dengan kenyataan dan hidup lebih menderita? apakah aku harus
mengimani beberapa kenyataan ini sebagai mimpi sehingga tidak ada yang perlu
terlukiskan lewat manisfestasi-manisfestasi pikiran?
Waktu terus bergulir, tapi
bahkan tak ada satupun pertanyaan yang bisa aku jawab. Yang ada hanya lelah..
. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar