Senin, 10 November 2014

Ketika tak ada lagi prinsip



08/11/14
06:45

“Ketika berbicara mode berenanglah mengikuti arus. Ketika berbicara prinsip tegarlah bagaikan batu karang.” Begitu kata Thomas Jefferson. Berbicara prinsip berbicara pegangan, berbicara acuan, juga berbicara batas dalam menjalani kehidupan.
Prinsip? Terakhir kali aku punya prinsip, prinsip itu sudah terobohkan karena sebuah keadaan. Kadangkala apa yang dinamakan prinsip itu hanyalah sebuah ekspresi dari kekecewaan atau kekelaman yang sedang dirasakan pada suatu kejadian. Tapi ada dimana sebuah kejadian berakhir dan prinsip itupun berakhir. Sebuah kejadian yang berbeda dan membuat prinsip lampau itu hanya bagian dari kilasan kenangan masa lalu.
Aku menyerah pada sebuah prinsip, lantas apa aku menyesal? Hidup adalah sebuah dinamika. Semuanya berubah, segalanya bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya. tidak akan ada yang selamanya akan selalu sama. begitupun dengan sebuah prinsip tidak selamanya ia akan tegar seperti batu karang, kelak disuatu ketika ia bisa bimbang dan terobohkan begitu saja tanpa ia mampu menyadarinya dengan baik.
Ya ini hidup, walaubagaimanapun prinsip tidak akan pernah tiada, ia hanya berpindah dari satu menuju yang lainnya. menuju yang lainnya lagi, kemudian yang lainnya lagi. mungkin ketika ia berubah ada sesuatu yang hilang dan mulailah perasaan ini merasakan kehilangan. Kehilangan = kebimbangan.


BAIKLAH AKU MENGAKU SEKARANG ; AKU SEDANG BIMBANG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar