Semuanya cepat berlalu
2013, Entah bagaimana tahun itu bisa datang begitu cepat. Januari telah
terlewati, begitu juga Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus lalu
September dan semuanya akan berakhir di Desember. 2014, 2015 . Waktu seakan
berjalan cepat, bukan berjalan tapi berlari aku pikir. Dia terlalu cepat hingga
aku tak kuasa mengejarnya. Bahkan untuk merangkak dia tidak mengidzinkanku.Dan
disaat semua berlalu. Semua pikiran akan kembali terfokus pada kenangan masa
lalu.Aku hidup hampir 19 tahun. Aku punya masa indah yang sangat ingin aku
ulang jika aku bisa. 2008 adalah tahun terbaik yang pernah aku rasakan. Aku
selalu punya alasan untuk tersenyum di hari-harinya. Walaupun mungkin tersenyum
tanpa alasan. Di tahun 2008 aku masih kelas 3 SMP dengan berbagai kebiasaan dan
pola hidup yang aku jalani. Di tahun 2008. Aku masih bisa bermain badminthon
setidaknya tiga kali seminggu bersama tetanggaku yang senang bercerita. Dia
juga sahabatku, dia mengajari aku naik sepeda. Pergi ke perpustakaan bersamaku.
Makan bakso atau berkeliling menikmati berbagai hal. Dia (mungkin) Salah satu
teman terbaikku. Namun pada akhirnya dia menghilang begitu saja. Aku tidak
pernah berbicara dengannya lagi.Di tahun yang sama. Aku benar-benar suka
tersenyum. Dulu aku punya seseorang yang ku jadikan musuh (dia seorang
laki-laki). Setiap hari aku mengejekknya, mencoba menjatuhkannya. Memandangnya
dengan kedengkian. Bersengkongkol untuk membuatnya sedih. Bergosip yang
tidak-tidak. Tapi dia?! Dia hanya diam. Aku tidak mengerti kenapa dia begitu
sabar. Tanpa sepatahkatapun membalas perbuatanku. Tidakkah telinganya panas
setiap kali aku membicarakannya? Tidakkah dia punya perasaan kesal di dalam
hatinya?! Entahlah dia itu menjaga mulutnya dengan baik. Dia selalu diam. Aku
bertemu dengannya hampir setiap hari. Tapi tidak sekalipun aku berbicara
langsung dengannya. Aku tahu dia anak yang baik meskipun aku tidak pernah
sekalipun berbicara langsung dengannya. Hingga tiba-tiba dia pergi tanpa
membawa pesan. Aku menyesal karena belum sempat meminta maaf atas perbuatanku.
Aku tidak pernah bertemu dengannya semenjak kepergiannya.Di pertengahan 2008.
Aku mengenal seseorang yang baik, yang tidak bisa di jelaskan lewat kata-kata
karena dia sangat terlihat baik. Aku tidak bisa mengambarkan dirinya selain
baik. Meskipun aku tidak tahu apakah pernah dia berbuat baik kepadaku?! Tetapi
saat aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan. Lalu dia tersenyum,
menyapaku lalu melambaikan tangannya dengan ekspresi bahagia. Aku pikir dia itu
orang yang sangat baik. Terakhir kali aku tidak sengaja bertemu dengannya
adalah 11 september 2012. Aku berharap Tuhan akan memberikannya kebaikan
sebagaimana aku merasa begitu baik setiap kali melihatnya.Oktober 2008. Aku
mengenal seseorang yang benar-benar bisa membuat ke sembilan buku diaryku penuh
oleh namanya. Banyak hal yang aku lewati bersamanya. Dia teman yang baik
sebenarnya tapi aku tidak pernah tahu kepastiannya. Dia tidak pernah
menasehatiku apapun. tapi pengalaman berteman dengannyalah yang memberikanku
banyak nasehat. Meskipun dia pernah membuatku sangat sedih, tidak ada gunanya
juga untuk terus berpandangan bahwa dia sangat buruk. Jadi, biarkan dia hidup
bahagia dengan pilihannya.Tapi sekarang aku kehilangan ke empat orang itu.
Mungkin untuk melihat wajah mereka sebulan sekali saja sudah susah.Di tahun
2008 Orang pertama dia sahabat yang sangat aku sayangi. Orang kedua dia alasan
kenapa aku sering tertawa sekaligus merasa bersalah. Orang ketiga dia bisa
membuatku bahagia, bahkan sampai saat ini jika aku masih berteman dengannya.
Orang keempat dia pernah menjadi segalanya lalu menjadi sangat bukan
apa-apa.Jika semuanya telah berakhir, aku ingin Tuhan tetap membiarkanku
bertemu dengan orang yang ketiga. Aku suka keramahannya dan aku suka karena dia
baik padaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar