Senin, 30 September 2013

Semuanya cepat berlalu



2013, Entah bagaimana tahun itu bisa datang begitu cepat. Januari telah terlewati, begitu juga Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus lalu September dan semuanya akan berakhir di Desember. 2014, 2015 . Waktu seakan berjalan cepat, bukan berjalan tapi berlari aku pikir. Dia terlalu cepat hingga aku tak kuasa mengejarnya. Bahkan untuk merangkak dia tidak mengidzinkanku.Dan disaat semua berlalu. Semua pikiran akan kembali terfokus pada kenangan masa lalu.Aku hidup hampir 19 tahun. Aku punya masa indah yang sangat ingin aku ulang jika aku bisa. 2008 adalah tahun terbaik yang pernah aku rasakan. Aku selalu punya alasan untuk tersenyum di hari-harinya. Walaupun mungkin tersenyum tanpa alasan. Di tahun 2008 aku masih kelas 3 SMP dengan berbagai kebiasaan dan pola hidup yang aku jalani. Di tahun 2008. Aku masih bisa bermain badminthon setidaknya tiga kali seminggu bersama tetanggaku yang senang bercerita. Dia juga sahabatku, dia mengajari aku naik sepeda. Pergi ke perpustakaan bersamaku. Makan bakso atau berkeliling menikmati berbagai hal. Dia (mungkin) Salah satu teman terbaikku. Namun pada akhirnya dia menghilang begitu saja. Aku tidak pernah berbicara dengannya lagi.Di tahun yang sama. Aku benar-benar suka tersenyum. Dulu aku punya seseorang yang ku jadikan musuh (dia seorang laki-laki). Setiap hari aku mengejekknya, mencoba menjatuhkannya. Memandangnya dengan kedengkian. Bersengkongkol untuk membuatnya sedih. Bergosip yang tidak-tidak. Tapi dia?! Dia hanya diam. Aku tidak mengerti kenapa dia begitu sabar. Tanpa sepatahkatapun membalas perbuatanku. Tidakkah telinganya panas setiap kali aku membicarakannya? Tidakkah dia punya perasaan kesal di dalam hatinya?! Entahlah dia itu menjaga mulutnya dengan baik. Dia selalu diam. Aku bertemu dengannya hampir setiap hari. Tapi tidak sekalipun aku berbicara langsung dengannya. Aku tahu dia anak yang baik meskipun aku tidak pernah sekalipun berbicara langsung dengannya. Hingga tiba-tiba dia pergi tanpa membawa pesan. Aku menyesal karena belum sempat meminta maaf atas perbuatanku. Aku tidak pernah bertemu dengannya semenjak kepergiannya.Di pertengahan 2008. Aku mengenal seseorang yang baik, yang tidak bisa di jelaskan lewat kata-kata karena dia sangat terlihat baik. Aku tidak bisa mengambarkan dirinya selain baik. Meskipun aku tidak tahu apakah pernah dia berbuat baik kepadaku?! Tetapi saat aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan. Lalu dia tersenyum, menyapaku lalu melambaikan tangannya dengan ekspresi bahagia. Aku pikir dia itu orang yang sangat baik. Terakhir kali aku tidak sengaja bertemu dengannya adalah 11 september 2012. Aku berharap Tuhan akan memberikannya kebaikan sebagaimana aku merasa begitu baik setiap kali melihatnya.Oktober 2008. Aku mengenal seseorang yang benar-benar bisa membuat ke sembilan buku diaryku penuh oleh namanya. Banyak hal yang aku lewati bersamanya. Dia teman yang baik sebenarnya tapi aku tidak pernah tahu kepastiannya. Dia tidak pernah menasehatiku apapun. tapi pengalaman berteman dengannyalah yang memberikanku banyak nasehat. Meskipun dia pernah membuatku sangat sedih, tidak ada gunanya juga untuk terus berpandangan bahwa dia sangat buruk. Jadi, biarkan dia hidup bahagia dengan pilihannya.Tapi sekarang aku kehilangan ke empat orang itu. Mungkin untuk melihat wajah mereka sebulan sekali saja sudah susah.Di tahun 2008 Orang pertama dia sahabat yang sangat aku sayangi. Orang kedua dia alasan kenapa aku sering tertawa sekaligus merasa bersalah. Orang ketiga dia bisa membuatku bahagia, bahkan sampai saat ini jika aku masih berteman dengannya. Orang keempat dia pernah menjadi segalanya lalu menjadi sangat bukan apa-apa.Jika semuanya telah berakhir, aku ingin Tuhan tetap membiarkanku bertemu dengan orang yang ketiga. Aku suka keramahannya dan aku suka karena dia baik padaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar