Selasa, 22 Oktober 2013

Tentang Hidup Bebas


Dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan sosial terdapat nilai dan norma disana. Nilai yang mengacu pada baik dan buruk. Dan norma yang menentukan apakah perbuatan itu benar atau salah. Pada dasarnya yang di sebut kebebasan itu tidak pernah ada, karena kita hidup bermasyarakat. Ya, sebesar apapun rasa  keinginan bebas yang kita punya, selalu ada batasan yang menghalangi.  Semua ini karena perspective  yang sudah tegak berdiri suka menghambat keputusan.
Aturan ektern bukan masalah sih, yang jadi masalah adalah seberapa besar keyakinan itu mempengaruhi jiwa dan raga. Keyakinan yang masih setengah hanya melahirkan kebimbangan. Hanya keyakinan yang besar yang mampu mendorong kita bergerak. Keyakinan yang di awali dari hati dan ditindaklanjuti dengan perbuatan.Berbuatsih memang mudah, tapi untuk menerima konsekuensinya itu yang sulit. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Apapun yang terjadi di hidup kita, kita juga yang memutuskan. Dan orang yang bijak tidak akan pernah memutuskan dengan mudah. Orang yang bijak selalu berpikir ulang mengenai konsekuensi logis dari tindakan.
Walaubagaimanapun hidup memang tidak bisa sepenuhnya bisa bebas. Karena hidup yang berasaskan pada kebebasan suka menyesatkan. Suka kelebihan dan menimbulkan frustasi di kemudian hari. Semua perlu menggunakan manajemen. Tanpa ada manajemanen diri semuanya bisa rusak. Juga prinsip. Bukan manusia namanya kalau tidak punya prinsip. Sebebas apapun menentukan langkah tetap harus berprinsip. Karena prinsip adalah rem kehidupan.Menyikapi ini aku suka bingung,
Aku sebenarnya masih tidak mengerti mengenai hakikat kebebasan yang sesungguhnya. Di pikiranku, ketika aku bisa melakukan apapun maka aku bebas. Tapi ada juga yang bilang bebas itu adalah ketika  kita melawan nilai, norma dan perspective.
Ya terserah sajalah, kadang aku ingin hidup bebas.Tapi aku tahu, tidak setiap keinginan itu harus di ungkapan.Tidak setiap apa yang kita pikirkan harus menjadi realitas.Banyak hasrat yang lebih baik di pendam untuk selamanya.
Melawan aturan yang sudah ada hanya menimbulkan masalah baru. Dan menumpuk kegelisahan yang sudah ada menjadi kian parah.
Dosenku pernah bilang, “Kita akan selamat kalau kita mengikuti aturan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar