Selasa, 11 Februari 2014

Cerita –Dari hari ke hari


08 Feb. 14
22:18

Dari hari ke hari tanpa terasa telah meninggalkan asa. Semakin lama aku semakin lupa. Aku hidup dalam kehampaan tanpa aku sadari. Tanpa aku merasa kalau aku bnar-benar sendiri. Aku hanya merasa biasa saja. Hingga  kenyataan mulai bercerita tentang adanya aku saat ini.
Aku sering tertawa bahkan hampir sedih karena terlalu banyak tertawa ketika melihat catatan hatiku. tentang perasaan. Ya, problematika apalagi yang dipikirkan oleh manusia kalau bukan urusan rasa. Susah sih.
Entah harus darimana aku memulai kata, yang ada otakku sudah dipenuhi oleh unsur-unsur kediaman, diam dalam khayal dan logikaku sendiri yang tidak juga ku pahami.
Jika ada satu hal yang paling kusukai, mungkin itu yang biasa orang sebut sebagai kesenangan. Kebahagiaan atau sesuatu yang tidak bisa dijelaskan retotorika.
Aku ya aku saja, dia ya dia saja, mereka ya mereka saja.
Meski ada seseorang yang menyatakan bahwa kita terhubung dalam sebuah lingkaran satu kesatuan yang berasal dari satu dan akan tetap satu selamanya. Tapi aku, menyangsikannya. Apakah iya? Apakah memang harus selalu begitu? Apakah apa yaang terjadi memang mutlak atas kuasa pribadi. Lalu jika benar, aku terlalu banayak kesalaahan fatal.
Aku merasa hidupku baik-baik saja. Namun disaat yang bersamaan aku mrasa hidupku sangat tidak baik. bersama sesuatu.
Aku percaya Tuhan, tentu saja. Tapi akau malas mengikuti perintah Tuhan. Aku benci di atur, tapi kadang kala aku ingin ada sesuatu yang mengikatku, karena itu nikmat. Aku selalu berusaha untuk independen dan sendiri, namun di lain sisi aku sering menggunakan khayalanku untuk menciptakan bahwa aku tidak pernah sendiri. Mengatakan dengan sejelas-jelasnya bahwa aku butuh dikasihi dan disayangi. Bahwa aku butuh sesuatu yang diakui membahagiaakan secara universal. Bukan kebahagiaan atas perspective yang sesungguhnya diriku.
Aku pernah patah hati, satu sampai dua kali. Setelah itu tidak pernah ada lagi.
Aku sering kecewa, selalu kecewa oleh karena itu aku memutuskan untuk meninggalkan harapan.
Aku begini dan begitu. Melakukan ini dan itu. tersenyum dan bermuka sedih. Berjalan dan terdiam.
Yang kuinginkan

Yang selalu tidak kumengerti adalah hanya ; tentang perasaan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar