Perasaan ini . . .
Dalam beberapa waktu ini aku sedang di rudung
kebimbangan. Ketentraman hidup dan kemapanan pikiran yang telah aku
kontruksikan seakan ada dalam badai dinamika. Aku telah bertemu dengan banyak
orang, mencoba mendiskusikan sesuatu. Dan aku selalu tahu kesimpulannya kalau
aku, BODOH. Solusinya, AKU HARUS LEBIH BANYAK MEMBACA.
Aku tidak mengerti kenapa kebodohan dan
kegoblokan yang ada di dalam diriku ini kian lama kian menjadi. Kian membuatku
bosan dan akhirnya mencari-dan mencari. Aku sering mengelak dengan bicara. “Aku
tidak mencari jawaban untuk menggoyangkan keimananku akan pandangan dunia. Aku
hanya ingin lihat perpektivemu.” Tapi lagi aku mengerti, melihat kedamaian yang
terpancar dari kesahajaanya sudah cukup mendeskripsikan betapa damai jiwanya.
Aku tahu, betapa rawannya perasaanku saat melihat bahwa aku tak sedamai itu.
Apa aku egois? Bagiku keegoisan adalah hal
yang biasa. Manusia tidak akan tegas dalam menjadikan dirinya manusia kalau ia
tidak pernah bersikap tegas. Tapi ketegasanku dianggap kesalahan? Atau memang
karena ketegasanku tidak memiliki topangan yang berpengetahuan. Apakah karena
keegoisanku ini telah baur dalam ketidakmengertian dan kurangnya akal yang aku
miliki? Dengan penuh kerendahan hati kuungkapkan, aku memang terlalu egois.
Lalu harus bagaimanakah aku? aku tidak boleh
berdiri dengan entitas diriku pribadi, katanya. Aku punya TUHAN, aku punya
TEMAN. Berinteraksilah dengan Tuhan juga
dengan sesama manusia lainnya. aku sangat rumit memandang dunia. Padahal dunia
ini terlalu simple. Kenapa harus serba dirumitkan? Aku sama sekali tak pandai
menempatkan pikiran dan perasaan kan? aku kolot, aku lamban. Dan itu membuatmu
menertawakanku? Kau bilang, kau tak bisa
mengubahku. Tapi kenyataanya kau telah mengubahku. Mengubahku untuk kembali
berpikir-berpikir dan berpikir.
Ada yang kusukai dari dirimu, perhatianmu
kepada sesama manusia. perhatianmu kepada saudaramu; sesama umat muslim.
Mungkin kau orang yang humanis? Atau kau orang yang mudah bersimpati? Apapun,
orang yang baik budi memang selalu mudah untuk disukai. Tapi satu hal ;
bolehkah berada di dalam hidupku lebih lama lagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar