Minggu, 01 Juni 2014

LALU AKU HARUS BAGAIMANA?

  
Perasaan ini . . .

Dalam beberapa waktu ini aku sedang di rudung kebimbangan. Ketentraman hidup dan kemapanan pikiran yang telah aku kontruksikan seakan ada dalam badai dinamika. Aku telah bertemu dengan banyak orang, mencoba mendiskusikan sesuatu. Dan aku selalu tahu kesimpulannya kalau aku, BODOH. Solusinya, AKU HARUS LEBIH BANYAK MEMBACA.
Aku tidak mengerti kenapa kebodohan dan kegoblokan yang ada di dalam diriku ini kian lama kian menjadi. Kian membuatku bosan dan akhirnya mencari-dan mencari. Aku sering mengelak dengan bicara. “Aku tidak mencari jawaban untuk menggoyangkan keimananku akan pandangan dunia. Aku hanya ingin lihat perpektivemu.” Tapi lagi aku mengerti, melihat kedamaian yang terpancar dari kesahajaanya sudah cukup mendeskripsikan betapa damai jiwanya. Aku tahu, betapa rawannya perasaanku saat melihat bahwa aku tak sedamai itu.
Apa aku egois? Bagiku keegoisan adalah hal yang biasa. Manusia tidak akan tegas dalam menjadikan dirinya manusia kalau ia tidak pernah bersikap tegas. Tapi ketegasanku dianggap kesalahan? Atau memang karena ketegasanku tidak memiliki topangan yang berpengetahuan. Apakah karena keegoisanku ini telah baur dalam ketidakmengertian dan kurangnya akal yang aku miliki? Dengan penuh kerendahan hati kuungkapkan, aku memang terlalu egois.
Lalu harus bagaimanakah aku? aku tidak boleh berdiri dengan entitas diriku pribadi, katanya. Aku punya TUHAN, aku punya TEMAN. Berinteraksilah dengan  Tuhan juga dengan sesama manusia lainnya. aku sangat rumit memandang dunia. Padahal dunia ini terlalu simple. Kenapa harus serba dirumitkan? Aku sama sekali tak pandai menempatkan pikiran dan perasaan kan? aku kolot, aku lamban. Dan itu membuatmu menertawakanku? Kau bilang,  kau tak bisa mengubahku. Tapi kenyataanya kau telah mengubahku. Mengubahku untuk kembali berpikir-berpikir dan berpikir.
Ada yang kusukai dari dirimu, perhatianmu kepada sesama manusia. perhatianmu kepada saudaramu; sesama umat muslim. Mungkin kau orang yang humanis? Atau kau orang yang mudah bersimpati? Apapun, orang yang baik budi memang selalu mudah untuk disukai. Tapi satu hal ; bolehkah berada di dalam hidupku lebih lama lagi?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar